Category Archives: Aksesoris Wayang

Antawacana

Antawacana adalah paguneman atau percakapan wayang dalam pertunjukan wayang. Setiap tokoh wayang mempunyai jenis suara sendiri, sehingga penonton dapat mengenal siapa yang sedang berbicara hanya dari suaranya saja. Pada dasarnya ada beberapa jenis suara, yaitu suara satria dangah seperti Kresna, … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Wanda Sora

Wanda sora adalah gaya atau rasa yang khas, baik yang ditimbulkan oleh warna suara maupun teknik memainkan atau olah vokal, baik suara manusia maupun Waditra. Wanda sora sangat erat berhubungan dengan bahan yang tersedia dari sumber suara itu sendiri, dan … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Ibing Wayang – tarian wayang

Ibing wayang adalah tarian yang berdasarkan perwatakan tokoh wayang purwa. Terdiri dari Satria Lungguh, Satria Dangah atau Ladak; Ponggawa; Danawa; yang terbagi menjadi Raja, Patih, Balad atau Bapangan. Setiap jenis tarian itu menuntut wujud fisik penari yang sesuai dengan perwatakan … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Murwa – pembuka pertunjukan wayang

Murwa adalah kata-kata pembukaan dalang wayang sesudah Kakawen biasanya menggunakan bahasa Kawi. Tapi para dalang Wayang Golek banyak menggunakan bahasa Sunda, diucapkan sambil diiringi oleh suara gamelan yang sayup-sayup. Contoh murwa dalam bahasa Sunda oleh dalan A. Sunarya (dari Giriharja) … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Janturan – penataan wayang

Janturan adalah penataan letak wayang pada Gebog di kiri kanan Dalang, disusun secara urutan dari ujung kiri dan kanan dalang wayang-wayang berukuran besar, menengah, dan kecil sedangkan di kiri kanan Jagat diletakkan wayang-wayang berukuran amat kecil. Tampak dari ujung kiri … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Kakawen

Kakawen adalah nyanyian dalang dalam pertunjukan wayang golek, mempergunakan bahasa Kawi, yang menggambarkan keadaan adegan yang tengah dimainkan, biasa juga disebut Suluk. Sebagian besar kakawen berirama bebas. Contoh Kakawen berlaras Salendro : Betet Ijo, Saur nira, Waringin Sungsang, Talutur, Kakawen … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang, Cerita Wayang | Leave a comment

Susumping

Susumping adalah hiasan yang dipasang di telinga kiri maupun kanan. Terbuat dari kulit yang diukir dan dicat. Pada wayang golek atau wayang kulit, susumping melekat pada mahkota menjadi satu dengan siger. Ukiran susumping biasanya lukisan pohon paku (pilin berganda) atau … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Binokasari

Binokasari adalah mahkota tokoh wayang yang dititisi Batara Wisnu. Di dalam wayang golek yang mengenakan binokasari hanya dua tokoh, yaitu (1) Batara Rama dalam lakon Ramayana dan (2) Kresna dalam lakon Mahabarata. Walaupun hanya dua tokoh yang mengenakannya, para dalang … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Gelung Sekar Kelewih

Gelung Sekar Kelewih adalah bentuk tutup kepala (mahkota) pada wayang golek purwa yang dikenakan Suyudana, Jayadrata serta yang sejenis. Rahwana juga dalam wayang golek purwa mengenakan makuta sekar kelewih, tetapi dilengkapi dengan rambut terurai. Bagian-bagiannya terdiri atas : (a) Siger, … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment

Gelung Pelengkung

Gelung Pelengkung Gelung pelengkung adalah mahkota sanggul yang melengkung pada Wayang Golek Purwa. Gelung pelengkung polos dikenakan oleh Arjuna atau yang sejenis. Gelung ini menggambarkan watak si pemakai berbudi halus, simpatik. Bagian-bagiannya terdiri dari : 1. Iket, yang ujungnya dilengkungkan, … Continue reading

Posted in Aksesoris Wayang | Leave a comment