Semar – tokoh cerita wayang

Menurut cerita wayang, Semar adalah anak pertama Sanghiang Wenang, yang menjalani hukuman di Arcapada untuk mengabdi kepada titisan Wisnu. Ketika di Kahiangan ia bernama Sanghiang Ismaya atau Sanghiang Munget. Mempunyai adik bernama Sanghiang Antaga (Togog Wijamantri), Sanghiang Rancasan, dan Batara Guru.

Untuk menambah kesaktiannya, ia beserta Antaga mengeroyok Rancasan untuk merebut Jamus Layang Kalimasada, hingga Rancasan mati dan badannya dimakannya berdua. Karena itu mereka dihukum harus turun ke Arcapada, menjadi manusia buruk rupa. Semar disebut juga Badranaya, Kudapawana, Sabda Palon, Saronsari, dll. Walaupun buruk rupa dan sangat miskin namun tabiatnya baik, sabar, pembela kebenaran, peramah, pemurah, penolong sesama makhluk hidup. Ketika di Kahiangan ia didampingi istri bernama Kanastren serta punya beberapa orang anak diantaranya : Kamajaya dan Yamadipati. Sedangkan di Arcapada ia menjadi lurah di Karang Tumaritis hidup bersama dengan anak-anak ciptaannya yaitu Astrajingga, Dawala, dan Gareng menghambakan diri. Mereka muncul sejak cerita Babad Lokapala (Arjuna Sasrabahu), Ramayana, Mahabharata, hingga Mayangkara (Wayang Madya).

Dalam mahabarata, Semar mengabdi kepada Arjuna (Pandawa), mempunyai istri bernama Sudiragen. Dalam wayang kulit Cirebon, Semar didampingi oleh anak-anak Semar, yang jumlahnya 8 yaitu Sekarpandan, Bagong, Bitarota, Duwala, Ceblok, Cungkring, Gareng, dan Bagalbuntung.

This entry was posted in Cerita Wayang, Tokoh Wayang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>