Wayang Golek Purwa

Wayang Golek Purwa adalah wayang golek yang lakon-lakonnya, baik Galur maupun Carangan, berdasarkan cerita Mahabharata atau Ramayana, menggunakan bahasa Sunda dengan iringan gamelan salendro yang terdiri atas dua buah saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perangkat bonang recik, satu perangkat kenong, sepasang gong (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab, Selama pertunjukan yang bertindak sebagai pemimpin adalah Dalang. Dia memainkan wayang, menyanyikan Suluk, menyuarakan dialog (antawacana), memberikan aba-aba kepada Nayaga untuk mengatur lagu gamelan, dll. Karena itu dalang berperan sangat sentral.

Sejak 1920-an, pertunjukan wayang golek diiringi dengan Sinden. Bahkan popularitas sinden pernah lebih tinggi daripada dalang. Saat itu, pada setiap ada pertunjukan wayang, orang lebih memilih siapa sindennya daripada dalangnya.

Dalam pertunjukan wayang golek, lakon yang sering dipentaskan adalah carangan, sedangkan lakon galur lebih sedikit dimainkan. Para dalang seakan diukur dengan kepandaiannya menciptakan lakon carangan yang bagus dan menarik.

Dalang wayang golek yang terkenal antara lain Takrim, R.U Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah, Apek, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriadi, dll. Wayang golek dipertunjukkan jika ada hajat sunatan atau nikahan, ruatan, dll.

sumber : ensiklopedi sunda, pustaka jaya

 

This entry was posted in Tokoh Wayang. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>